Vakum tanpa berita, web kir sma n 83 akhirnya memberitakan info teraktual kembali. kali ini mengusung keikut sertaan kir sma n 83 dalam PIR NAS VIII, Yogyakarta.
Setelah terbayang akan ketidak ikutsertaan KIR SMA N 83 dalam PIRNAS VIII kali ini
karena berbagai masalah teknis. KIR SMA N 83 dengan semangat dan kegigihan membuktikan sampai di Yogyakarta dan tetap mengikuti rangkaian PIRNAS VIII kali ini. Perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PIRNAS VIII kali ini yang dilaksanakan di yogyakarta hingga saat berita ini ditulis sangat mengesankan. Rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan diikuti dengan baik oleh semua peserta. Mereka datang dari 29 Propinsi yang berbeda mewakili dari DI. Aceh hingga Papua.
Semangat dan koordinasi yang baik dari panitia, serta ketatnya segala regulasi membuat acara tersebut hingga saat ini berjalan dengan baik.
KIR SMA N 83 datang dengan diwakili oleh, Unerih rastia Ningsih, Ade triana yang dibimbing oleh Ibu Laila dan Bayu Satriyawan sebagai pelatih merasakan atsmotsfer yang luar biasa pada hari pertama pelaksanaan.
hari pertama acara diadakan di rumah pintar yogyakarta dengan dibuka oleh Walikota Daerah istimewa Yogyakarta dan dimeriahkan oleh sosok inspiratif DIK DOANK.Acara semarak penyambutan yang luar biasa. Menurut beberapa guru pendamping yang telah mengikuti PIRNAS sebelumnya, mereka sependapat bahwa pelaksanaan di yogyakarta - lah yang sangat mewah dan menarik.
Unerih rastia dan ade triana memilih untuk mengikuti bidang IPS K dalam lomba PIRNAS VIII kali ini. Unerih dan ade triana tidak satu kelompok. Unerih mengangkat tema keterkaitan status sosial dan pemenuhan kebutuhan sebagai upaya pelestarian budaya abdi dalem keraton kesultanan Yogyakarta, sedangkan ade triana memilih tema eksistensi kehidupan buruh gendong di pasar beringharjo Yogyakarta.
Hingga hari ini, dapat dilaporkan semangat mereka tidak luntur, bahkan semakin membara karena memang esok adalah hari dimana mereka akan presentasi ( 25 Juni 2009). mereka akan berjuang untuk menjadi yang terbaik bersama kelompoknya masing-masing. Hingga malam ini pula kondisi kesehatan mereka masih stabil meskipun mereka jarang untuk istirahat karena jadwa yang padat, dengan rangkaian pengambilan data di lokasi penelitian hingga diwajibkan menyusun karya tulis ilmiah dan menyiapkan bahan untuk presentasi esok pagi.
Di hari kedua KIR SMA N 83 di yogyakarta terpaksa ditinggal oleh Ibu Laila. Beliau adalah sosok figur kesuksesan KIR SMA N 83 dan motivasi tersendiri bagi siswi-siswi yang berlaga. Beliau pulang lebih awal dikarenakan kondisi kesehatan dan untuk membagi dengan tugas sekolah lain. Dalam antisipasi, beliau menyiapkan Bayu Satriyawan untuk membimbing kedua siswi-siswi yang penuh semangat dan mereka sebelum berlomba kita harus mengucapkan bahwa mereka adalah " JUARA".
Mereka mampu mengalahkan rasa takut, mampu menunjukkan eksistensi, berjiwa kompetitif dan tetap semangat. SMA N 83 tercatat satu-satunya sekolah negeri dari DKI Jakarta yang menjadi peserta. Dominasi Swasta dari DKI. SMA N 83 didampingi dengan SMA Tarsissius, SMA Labs School rawamangun. 3 Sekolah tersebut adalah perwakilan DKI. Uniknya dalam pembagian kelompok Unerih perwakilan SMA N 83 bersama Lita SMA Labs School yang sama-sama dari DKI Jakarta.
Sukses untuk kalian Semua...